Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi RI Lebih Kuat dari Negara Tetangga

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pergerakan rupiah saat ini tidak mencerminkan adanya pemburukan fundamental ekonomi nasional. Dibandingkan sejumlah negara di kawasan, posisi rupiah masih relatif lebih kuat.

Diketahui, pada penutupan perdagangan, Jumat (24/4/2026), rupiah tercatat menguat sebesar 0,52% ke level 17.205 per USD. Pada perdagangan Senin (27/4/2026) pagi, rupiah parkir di level Rp17.210 per dolar AS.

“Saya sih ini bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain kita masih kuat dan bahkan dibanding Malaysia, Thailand, dan lain-lain masih kuat,” ujar Purbaya, Senin (27/4/2026).

Ditegaskan Menkeu Purbaya, fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga. Bahkan, ia memproyeksikan semakin kokoh ke depan karena pemerintah terus berupaya mempercepat perbaikan berbagai kendala struktural dalam perekonomian.

Optimisme yang dilontarkan Purbaya terhadap ketahanan rupiah juga didukung oleh target pertumbuhan ekonomi. Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 mencapai 5,7%, sejalan dengan target tahunan sebesar 6%.

“Kita masih memiliki ruang untuk mendorong aktivitas ekonomi di sisa kuartal II, yakni April hingga Juni 2026,” katanya. Ia pun mengatakan, untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mengandalkan berbagai instrumen, termasuk percepatan belanja negara dengan harapan menjaga momentum pertumbuhan.

Menurut Purbaya, kekuatan ekonomi Indonesia juga tercermin dari posisi eksternal yang solid. Hal ini ditandai dengan surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.

Daya tahan ekonomi juga ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, inflasi yang terkendali, dan pengelolaan fiskal yang disiplin. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang rendah dan kebijakan hilirisasi yang berkelanjutan juga menjadi faktor penopang stabilitas ekonomi nasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *