Perry Warjiyo Mundur, Rupiah Diproyeksi Bertahan di Atas Rp18.000, Ekonom Soroti Risiko Pasar

Pengunduran diri Perry Warjiyo tekan rupiah ke atas Rp18.000 per dolar AS. Ekonom nilai pasar menunggu kepastian suksesi BI. doc. Syicom

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo diumumkan pada Senin (27/7/2026). Pelaku pasar dinilai masih membebankan premi risiko yang tinggi akibat ketidakpastian proses suksesi di bank sentral.

Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, mengatakan pelemahan rupiah tidak hanya dipicu sentimen eksternal, tetapi juga mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kepastian kepemimpinan Bank Indonesia.

“Dampak terhadap rupiah dan IHSG bergantung pada kualitas suksesi serta kemampuan BI menjaga fungsi reaksinya. Rupiah yang kembali menembus Rp18.000 menunjukkan pasar masih meminta premi lebih tinggi atas ketidakpastian kelembagaan,” kata Syafruddin kepada Republika, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan data pasar, kurs dolar AS terhadap rupiah bergerak dari sekitar Rp17.935 menjadi Rp18.080. Sementara itu, kontrak Non-Deliverable Forward (NDF) tenor satu bulan meningkat dari Rp17.956 menjadi Rp18.132. Volatilitas tersirat satu bulan juga naik dari 5,40 persen menjadi sekitar 5,98 persen.

Tekanan turut terjadi di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sekitar 0,63 persen, menandakan sentimen negatif tidak hanya terjadi di pasar valuta asing.

Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 22 Juli 2026. BI juga memperluas kebijakan untuk menarik arus modal asing sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Rupiah Berpotensi Bertahan di Kisaran Rp18.000-Rp18.300

Syafruddin memperkirakan rupiah masih akan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.300 per dolar AS apabila proses penunjukan gubernur BI definitif berlangsung lambat, arus modal asing tetap keluar, serta komunikasi pemerintah belum mampu meredam ketidakpastian pasar.

“Dalam jangka dekat, rupiah masih berpotensi bergerak di kisaran Rp18.000-Rp18.300 apabila proses suksesi tetap kabur, arus modal asing masih negatif, dan komunikasi pemerintah lemah,” ujarnya.

Sebaliknya, peluang penguatan rupiah kembali ke bawah Rp18.000 terbuka apabila pemerintah segera menunjuk calon gubernur BI yang memiliki kredibilitas tinggi dan mampu menjaga kesinambungan kebijakan moneter.

Saat ini posisi Gubernur BI dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara (Pgs). Syafruddin menilai masa transisi ideal berlangsung sekitar satu hingga dua bulan agar kepercayaan pasar dapat pulih.

Ia juga memperkirakan IHSG masih bergerak volatil. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar dinilai relatif lebih defensif, sedangkan sektor properti, infrastruktur, dan emiten dengan utang dalam valuta asing berpotensi menghadapi tekanan lebih besar akibat pelemahan rupiah dan tingginya suku bunga.

Airlangga Pastikan Fungsi BI Tetap Berjalan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo tidak mengganggu fungsi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

“Yang penting kan institusinya. Dan institusi BI tetap menjalankan fungsi untuk menjaga nilai tukar dan menjaga kestabilan moneter,” ujar Airlangga di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Saat ditanya mengenai kandidat pengganti Perry Warjiyo, Airlangga mengaku belum menerima informasi terkait nama calon gubernur BI yang baru.

“Tadi kita monitor dari media pagi-pagi,” katanya ketika menjawab pertanyaan apakah dirinya telah mengetahui pengunduran diri Perry sebelumnya.

Airlangga juga memastikan koordinasi antara pemerintah, otoritas fiskal, dan Bank Indonesia tetap berlangsung secara intensif guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

BI Pastikan Stabilitas Moneter Tetap Terjaga

Sebelumnya, Bank Indonesia mengumumkan Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dengan alasan pribadi. Surat pengunduran diri diajukan pada Sabtu (25/7/2026), kemudian ditindaklanjuti melalui Rapat Dewan Gubernur pada Ahad (26/7/2026) dengan menunjuk Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Destry menegaskan Bank Indonesia tetap menjalankan seluruh tugas dan kewenangannya sesuai amanat Undang-Undang Bank Indonesia.

“Bank Indonesia senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Destry.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dan akan memproses pemberhentiannya secara hormat sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Menurut Prasetyo, pemerintah segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian Perry sekaligus memulai proses penunjukan gubernur BI definitif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *