JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar, menutup rangkaian kajian kitab karya Hasyim Asy’ari berjudul Adabul ‘Alim wal Muta‘allim Season 4 yang digelar sepanjang Ramadan. Kajian tersebut berlangsung selama 14 kali pertemuan sebagai bagian dari tradisi keilmuan dan spiritual yang terus dijaga kalangan Nahdlatul Ulama.
Penutupan kajian tersebut dihadiri sejumlah ulama dan tokoh nasional. Di antaranya Said Aqil Siradj, Variz Muhammad Mirza, Anta Maulana, Saifullah Maksum, serta Muhammad Nur Hayid.
Gus Muhaimin mengaku bersyukur karena kajian kitab karya Mbah Hasyim dapat terlaksana dengan baik selama Ramadan. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat ikatan spiritual dengan para ulama.
“Alhamdulillah kajian Mbah Hasyim yang kita laksanakan selama Ramadan hari ini memasuki penutupan setelah 14 kali kita kaji. Semoga keberkahan menyertai kita semua dan kita semua menjadi santri Mbah Hasyim,” ujar Muhaimin.
Menurutnya, terdapat dua kategori santri Mbah Hasyim yang dapat meneruskan perjuangan beliau. Pertama adalah mereka yang memperjuangkan dan menjaga tradisi Nahdlatul Ulama, sedangkan kedua adalah mereka yang membaca serta membela kitab-kitab karya beliau.
“Mudah-mudahan kajian ini membawa manfaat dan barokah sebagai bekal hidup dunia dan akhirat,” katanya.
Muhaimin juga menyampaikan terima kasih kepada para kiai dan nyai yang telah membaca serta mengkaji kitab karya Hasyim Asy’ari selama Ramadan. Ia mendoakan para ulama senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, serta ilmu yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Ia menegaskan bahwa tradisi kajian Ramadan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin tahunan. Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum untuk menyambung sanad spiritual kepada para ulama pendiri NU, khususnya kepada Mbah Hasyim.
“Tradisi ramadanan ini adalah momentum tiap tahun sekaligus sarana mengejar dan menyambung sanad tali spiritual kita kepada ulama pendiri NU, khususnya kepada Mbah Hasyim,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Muhaimin juga menyinggung kondisi ekonomi yang sempat diwarnai kenaikan harga minyak goreng namun kini mulai berangsur stabil. Ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersamaan dan solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Tidak ada jalan lain selain terus menjaga gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah kader PKB yang menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan selama Ramadan. Muhaimin berharap kegiatan sosial tersebut terus dilakukan, terutama menjelang akhir Ramadan.
“Saya bersyukur PKB hadir dengan saling membagi sembako kepada yang membutuhkan. Saya minta kegiatan itu terus dilakukan, apalagi memasuki akhir Ramadan yang pahalanya insyaallah jauh lebih besar,” ujarnya.
Menurut Muhaimin, PKB harus terus berpegang pada cita-cita menghadirkan kemaslahatan umat dengan spirit izzul Islam wal muslimin menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Karena itu, kebersamaan dan kerja kolektif menjadi kunci agar partai tetap berada di jalur solusi bagi persoalan bangsa.
“Kita harus tetap berada pada rel sebagai solusi bangsa dan menjadi kekuatan yang mampu menghadirkan jalan keluar bagi setiap problem masyarakat,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk terus menyerap kekuatan ruhaniyah dari para ulama NU. Menurutnya, warisan keilmuan Mbah Hasyim harus terus dijaga agar membawa keberkahan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. ***






