Berita  

Bapas Yogyakarta Libatkan Klien Pemasyarakatan dalam Aksi Sosial di Surokarsan

Bapas Yogyakarta Bagikan 21 Paket Sembako, Libatkan Klien Pemasyarakatan dalam Gotong Royong. (Foto: Ist)

YOGYAKARTA — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggelar kegiatan BAKPIA (Bapas Koordinasi, Pengawasan, Pembimbingan dan Aksi Sosial) di Kampung Wisata Surokarsan, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan penyaluran bantuan sembako dan aksi gotong royong bersama Klien Pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bapas Yogyakarta memperkuat pembimbingan sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.

Sebanyak 21 paket sembako disalurkan dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 16 paket diberikan kepada Klien Pemasyarakatan, sementara lima paket lainnya diserahkan kepada warga sekitar yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan terlaksana melalui kerja sama dengan BAZNAS Provinsi Yogyakarta. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian sekaligus membangun hubungan positif antara Klien Pemasyarakatan dan masyarakat.

Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta Galih Rakasiwi mengatakan, keterlibatan Klien Pemasyarakatan dalam kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk pembimbingan yang dapat membantu mereka membangun kembali hubungan positif dengan lingkungan.

Menurut dia, reintegrasi sosial tidak cukup hanya dilakukan melalui proses pembimbingan administratif. Klien Pemasyarakatan juga perlu mendapatkan ruang untuk berinteraksi dan berkontribusi secara langsung di tengah masyarakat.

“Kami berharap masyarakat semakin mengenal bentuk-bentuk pidana alternatif dalam KUHP Baru dan dapat bersama-sama berkolaborasi dalam pelaksanaannya,” ujar Galih.

Dalam kegiatan tersebut, Galih turut menyampaikan perkembangan KUHP Baru, khususnya mengenai sejumlah alternatif pemidanaan, termasuk pidana kerja sosial.

Ia mengatakan, penerapan bentuk pidana alternatif tersebut membutuhkan pemahaman dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, perangkat kewilayahan, dan masyarakat.

Kegiatan BAKPIA dihadiri Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta Galih Rakasiwi, Kepala Jawatan Sosial Mergangsan Bayu Wijayanto, Lurah Wirogunan Wahyu Madyaning Ratri, jajaran Bapas dan Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan DIY, Taruna AKIP, perangkat kewilayahan, masyarakat Surokarsan, serta 16 Klien Pemasyarakatan.

Klien Pemasyarakatan Ikut Bersihkan Kampung

Setelah penyaluran sembako, kegiatan dilanjutkan dengan aksi gotong royong membersihkan kawasan Kampung Wisata Surokarsan.

Sebanyak 16 Klien Pemasyarakatan turut terlibat dalam kerja bakti bersama jajaran Bapas, perangkat kewilayahan, dan masyarakat. Mereka membersihkan lingkungan kampung wisata agar lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Bagi Klien Pemasyarakatan, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kontribusi positif sekaligus membangun interaksi yang baik dengan masyarakat.

Kegiatan BAKPIA juga memperlihatkan bahwa proses reintegrasi sosial dapat dilakukan melalui pengalaman langsung. Klien Pemasyarakatan tidak hanya mendapatkan pembimbingan, tetapi juga didorong untuk berbagi, bekerja sama, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Bapas Kelas I Yogyakarta berencana terus mengembangkan kegiatan BAKPIA di berbagai wilayah dengan menggandeng pemerintah daerah, aparat kewilayahan, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.

Pengembangan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada kerja bakti, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan berbagai aksi sosial lainnya.

Melalui BAKPIA, Bapas Yogyakarta berupaya membangun ruang kolaborasi yang memungkinkan Klien Pemasyarakatan kembali berinteraksi secara positif dengan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *