Berita  

Bapas Yogyakarta dan HIMPSI DIY Perkuat Kesehatan Mental Klien Pemasyarakatan

Bapas Kelas I Yogyakarta bersama HIMPSI DIY mendorong resiliensi dan kesehatan mental klien pemasyarakatan untuk kembali ke masyarakat. (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta bersama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat pendampingan psikologis bagi klien pemasyarakatan. Penguatan kesehatan mental dinilai penting untuk membantu mereka membangun kembali kepercayaan diri dan beradaptasi saat kembali ke tengah masyarakat.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan kepribadian bertema “Menjaga Kesehatan Mental dan Resiliensi Melalui Adaptasi dan Perubahan Berperilaku” di Sekar Suli Resto, Banguntapan, Bantul, Kamis (10/9/2026).

Sebanyak 10 klien pemasyarakatan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan emosi, pengenalan potensi diri, kemampuan menghadapi persoalan, serta pentingnya membangun perilaku baru yang lebih positif.

Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, mengatakan kesehatan mental merupakan bagian penting dalam proses pembimbingan klien pemasyarakatan. Ketahanan mental yang baik, menurut dia, dapat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Melalui kolaborasi bersama HIMPSI DIY ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh Klien Pemasyarakatan mendapatkan pendampingan psikologis yang tepat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas pembimbingan biasa, tetapi mampu menyentuh kesadaran paling dalam dari para klien untuk bangkit, beradaptasi, dan siap kembali berkontribusi positif bagi keluarga serta lingkungan masyarakat,” ujar Galih.

Pendampingan psikologis diberikan melalui sejumlah metode. Psikolog HIMPSI DIY, Dhea Abidah H., memberikan psikoedukasi bertajuk “Bangkit! Jadi Pribadi Baru yang Lebih Kuat dan Adaptif”.

Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami potensi yang dimiliki sekaligus mengurangi stigma negatif terhadap diri sendiri. Mereka juga didorong untuk melihat perubahan sebagai bagian dari proses memperbaiki kehidupan.

Suasana pembinaan kemudian dibuat lebih interaktif melalui konseling kelompok yang dipandu psikolog Salsabila Wahyu Almira. Para peserta diberikan ruang untuk berbagi pengalaman, mendengarkan persoalan peserta lain, dan saling memberikan penguatan.

Pendampingan juga dilakukan secara individual. Dhea Abidah memberikan layanan konseling pribadi bagi peserta yang membutuhkan ruang lebih khusus untuk membicarakan persoalan yang dihadapi serta mencari langkah penyelesaian yang sesuai.

Selain HIMPSI DIY, kegiatan tersebut melibatkan Tim Outbound Mayatika Jayaabadi. Pendekatan yang lebih interaktif digunakan agar proses pembinaan tidak hanya berlangsung satu arah.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB dan dibuka oleh Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta. Acara juga diikuti jajaran pejabat dan pegawai Bapas Kelas I Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan evaluasi untuk melihat efektivitas pendampingan psikologis yang telah diberikan kepada para peserta.

Bagi Bapas Kelas I Yogyakarta, penguatan kesehatan mental merupakan bagian dari upaya mendukung reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu klien lebih siap menghadapi kehidupan setelah menjalani proses pemasyarakatan sekaligus membangun relasi yang lebih baik dengan keluarga dan lingkungan.

Pendampingan yang berorientasi pada pemulihan dan perubahan perilaku diharapkan tidak hanya membantu klien meninggalkan pengalaman masa lalu, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk menata kembali masa depan secara lebih positif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *