Berita  

Anies Tegas! Integritas Jadi Mata Uang Masa Depan, AI Tak Bisa Gantikan Nilai Manusia

Anies Baswedan saat Safari Ramadan di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. (Foto: Tangkap Layar YT Anies)

YOGYAKARTA – Seorang akademisi, aktivis, dan politikus Anies Baswedan menegaskan integritas adalah kunci utama kemajuan bangsa. Pesan itu ia sampaikan saat Safari Ramadan di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Di hadapan ribuan peserta, Anies menyebut perkembangan teknologi tidak bisa menggantikan nilai moral manusia. Ia menilai kecerdasan buatan hanya alat bantu, bukan penentu arah peradaban.

Anies mengingatkan bahwa Indonesia pernah menjadi rujukan negara-negara Afrika dan Asia. Ia menyebut masa itu sebagai periode ketika Indonesia dipandang penuh harapan di mata dunia.

“Jika ditanya siapa bangsa rujukan, mereka akan mengatakan Indonesia. Indonesia was the darling,” ujar Anies dalam video di kanal YouTube pribadinya, dikutip Minggu (1/3/2026). Pernyataan itu disampaikannya sebagai refleksi atas perjalanan bangsa.

Menurut Anies, reputasi tersebut lahir karena kondisi dalam negeri yang dulu dinilai kuat dan menjanjikan. Namun, ia menilai kualitas itu perlahan menurun seiring waktu.

Ia menambahkan, saat Indonesia berjalan melambat, banyak negara lain justru terus berbenah. Kondisi ini membuat persaingan global semakin ketat dan menuntut perubahan serius.

Anies kemudian menyinggung pesatnya perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence atau AI. Ia menyebut AI kini mampu menganalisis data hingga menjadi asisten manusia.

Meski demikian, ia menegaskan teknologi tetap memiliki batas. Menurutnya, ada nilai yang tak bisa digantikan oleh mesin.

“Kecerdasan bukan lagi satu-satunya penentu. Ada artificial intelligence yang bisa membantu kita, bisa membahas banyak hal. Tapi ada satu hal yang tidak bisa digantikan alat ini: integritas,” kata Anies. Ia menyebut nilai tersebut sebagai pembeda utama manusia dengan mesin.

Anies bahkan menyebut integritas sebagai “mata uang masa depan”. Ia menilai reputasi Indonesia di mata dunia akan ditentukan oleh karakter bangsanya.

Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022 ini mengajak masyarakat memperkuat kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Ia menilai karakter adalah fondasi kemajuan negara.

“Dunia akan melihat Indonesia bukan hanya dari kemampuan teknologinya, tetapi dari karakter bangsanya,” tegasnya. Ia menyebut manusia berkarakterlah yang akan menentukan arah masa depan.

Menurut Anies, teknologi hanya berperan sebagai alat bantu. Sementara keputusan besar tetap berada di tangan manusia.

Acara Safari Ramadan di UII menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa dan masyarakat. Forum ini dimanfaatkan untuk membahas peran integritas dalam kehidupan sosial dan kenegaraan.

Anies menilai UII memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moral kepada generasi muda. Kampus tersebut disebutnya sebagai bagian penting dalam membentuk karakter calon pemimpin masa depan. (SI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *