Berita  

Serangan Militer Israel Hantam Sekolah Perempuan di Iran, Puluhan Tewas : Dunia Soroti 50 Korban Sipil Tewas

Serangan Israel terhadap sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, menewaskan lebih dari 50 orang. (Foto:Aljazera)

MINAB – Tragedi serangan yang dikaitkan militer Israel terhadap target di Iran kembali memicu kecaman internasional. Media pemerintah Iran melaporkan serangan terhadap sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, menewaskan lebih dari 50 orang.

Berdasarkan laporan kantor berita resmi Islamic Republic News Agency, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 53 orang dan melukai 63 lainnya. Petugas hingga kini masih melakukan evakuasi dan pembersihan puing-puing di lokasi kejadian.

Insiden yang terjadi pada Sabtu itu disebut sebagai bagian dari gelombang operasi militer yang diklaim melibatkan Israel dan Amerika Serikat di sejumlah wilayah Iran. Serangan tersebut dinilai memperparah eskalasi konflik serta meningkatkan jumlah korban sipil di kawasan.

Iran Kecam Serangan, Ancam Balasan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras serangan tersebut. Ia menyatakan serangan itu menghancurkan sekolah perempuan dan menewaskan anak-anak tak berdosa.

“Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan,” tulis Araghchi melalui unggahan di platform X.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan terang-terangan” dan mendesak tindakan dari United Nations Security Council.

Serangan Lain di Teheran, Siswa Jadi Korban

Secara terpisah, kantor berita Mehr melaporkan serangan Israel lainnya menghantam sebuah sekolah di timur ibu kota Tehran. Dalam insiden tersebut, sedikitnya dua siswa dilaporkan tewas.

Jurnalis Al Jazeera, Mohammed Vall, yang melaporkan dari Teheran menyatakan peristiwa ini menimbulkan pertanyaan atas klaim Israel dan Amerika Serikat yang sebelumnya menyebut operasi militer hanya menargetkan fasilitas militer.

Menurut Vall, peristiwa tersebut berpotensi dimanfaatkan pemerintah Iran sebagai bukti dugaan pelanggaran hukum internasional serta agresi terhadap warga sipil.

Ia juga menyinggung pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menjanjikan dukungan bagi rakyat Iran, namun kini justru muncul laporan korban sipil.

Belum Ada Respons Israel dan AS

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel maupun Amerika Serikat terkait klaim Iran mengenai serangan terhadap sekolah tersebut.

Serangan terbaru ini mengingatkan pada konflik sebelumnya antara Amerika Serikat dan Iran pada Juni 2025 yang berlangsung selama 12 hari dan menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar.

Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran melaporkan ribuan warga sipil tewas atau terluka dalam konflik tersebut, sementara berbagai fasilitas publik mengalami kerusakan parah.

Eskalasi terbaru ini dikhawatirkan semakin memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah serta meningkatkan tekanan internasional untuk menghentikan kekerasan terhadap warga sipil. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *