SLEMAN – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan bingkisan Lebaran kepada para dai dan guru ngaji yang selama ini aktif membina masyarakat.
Sebanyak 150 paket Lebaran disalurkan kepada dai dan guru ngaji dari berbagai wilayah di Yogyakarta dan sekitarnya dalam kegiatan yang digelar di Masjid Markazul Islam, Sleman, Selasa (11/3/2026).
Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pegiat dakwah yang terus mengabdi di tengah masyarakat, khususnya dalam membina jamaah dan menyebarkan nilai-nilai keislaman.
Selain penyaluran bingkisan, kegiatan tersebut juga diisi dengan monitoring aktivitas dakwah para dai di lapangan serta ditutup dengan acara buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Dai Harus Berakhlak dan Memiliki Spirit Dakwah
Dalam kesempatan tersebut, pembina para dai di wilayah Yogyakarta, Muhammad Syakir Syafii, menegaskan bahwa seorang dai harus memiliki akhlak dan kepribadian yang baik sebelum menjalankan tugas dakwah.
Menurutnya, keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara, tetapi juga oleh keteladanan dalam sikap dan perilaku.
“Orang yang tidak memiliki akhlak dan kepribadian yang baik, kemungkinan besar apa yang disampaikan tidak akan diterima masyarakat. Selain itu, dai juga harus memiliki semangat kuat untuk mengajak masyarakat kepada kebaikan,” ujarnya.
Dakwah Tak Harus dari Mimbar
Salah satu penerima bingkisan, Makruf Arifin, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan BMH kepada para dai.
Dai asal Madura tersebut mengatakan bahwa menjadi dai merupakan pilihan hidupnya untuk menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
“Menjadi dai tidak harus selalu pandai berorasi di atas mimbar. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengajak orang kepada kebaikan. Saya sudah cukup lama menjalani aktivitas ini. Terima kasih kepada BMH yang telah menginisiasi kegiatan ini,” ungkapnya.
Dukungan untuk Pejuang Dakwah
Sementara itu, Kepala Program BMH Yogyakarta, Muhammad Nashir, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kepada para dai dan guru ngaji yang selama ini aktif membina masyarakat.
“Hari ini kami mengumpulkan para dai dan guru ngaji di Yogyakarta. Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dari BMH kepada mereka yang telah mendedikasikan diri untuk berdakwah, terutama di bulan Ramadan,” jelas Nashir.
Ia menambahkan, selama bulan Ramadan, Baitul Maal Hidayatullah Yogyakarta juga menjalankan sejumlah program sosial dan dakwah yang didukung oleh masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah.
Program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran dakwah di tengah masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi umat, terutama di bulan suci Ramadan.(*)






