SYIARISLAM.COM, SLEMAN — Pembentukan generasi emas Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. Penguatan iman, pembiasaan akhlak mulia, dan keteladanan orang tua menjadi bagian penting dalam mendidik anak agar tumbuh sebagai pribadi yang berilmu, mandiri, dan berkarakter.
Pesan tersebut disampaikan Ustadz Endri Nugraha Laksana, S.Pd.I., M.H., dalam Pengajian Orang Tua dan Murid Kelas 8 SMP Negeri 2 Kalasan di Masjid Al Huda SMP Negeri 2 Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026).
Dalam tausiah bertema pentingnya akhlak dan sopan santun, Endri mengingatkan bahwa nilai-nilai kebaikan perlu ditanamkan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, pendidikan akhlak membutuhkan kesabaran dan konsistensi agar perilaku baik tidak sekadar menjadi pengetahuan, tetapi melekat dalam diri anak.
“Supaya menjadi karakter, harus ada pembiasaan. Untuk orang tua, mendidik anak dengan pembiasaan adalah ibadah. Harus sabar. Jangan lupa juga mendoakan anak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan orang tua agar menjaga ucapan ketika menasihati anak, termasuk saat menghadapi perilaku yang tidak sesuai harapan. Orang tua diharapkan mampu memberikan teguran dengan cara yang baik sehingga anak tetap mendapatkan bimbingan tanpa kehilangan rasa aman dan kasih sayang.
“Semua ucapan orang tua adalah doa. Jadi, kalau marah, keluarkan kata yang baik,” pesannya.
Selain membiasakan akhlak mulia, Endri mendorong orang tua untuk mengarahkan anak pada kegiatan positif dan lingkungan pergaulan yang baik. Pendampingan tersebut diperlukan agar anak memiliki kesibukan yang bermanfaat sekaligus terhindar dari perilaku yang tidak baik.
“Sibukkan dengan yang baik, sampai lupa yang tidak baik,” katanya.
Endri turut menekankan pentingnya melatih kemandirian anak. Menurut dia, orang tua tidak seharusnya selalu memenuhi keinginan anak secara langsung. Anak perlu belajar bahwa setiap keinginan membutuhkan usaha dan proses.
Ia mencontohkan, ketika anak menginginkan sepeda, orang tua dapat mengajarkannya menabung terlebih dahulu. Kebiasaan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan kesabaran, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap hasil usaha sendiri.
Dalam aspek ibadah, Endri berpesan agar para siswa menjaga salat lima waktu serta senantiasa menghormati orang tua dan guru. Ia berharap pendidikan agama dan pembentukan akhlak dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan zaman.
“Salat lima waktu jangan ketinggalan karena salat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Semoga murid Kelas 8 SMP Negeri 2 Kalasan ini menjadi anak saleh dan salehah, menjadi generasi emas, menjadi pemimpin masa depan yang cerdas intelektual, berkarakter, berakhlak mulia,” pungkasnya.
Ketua POT Kelas 8 SMP Negeri 2 Kalasan, Yudiati Ratih Prasasti, mengatakan pengajian rutin tiga bulanan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, dan membangun kesamaan langkah antara orang tua dan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Ia menilai, pendidikan yang baik membutuhkan keterlibatan keluarga dan sekolah secara beriringan. Sekolah berperan membimbing serta mengembangkan potensi siswa, sedangkan keluarga menjadi lingkungan pertama dalam menanamkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kesantunan, dan kasih sayang.
“Kita semua tentu memiliki harapan yang sama. Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, berakhlak mulia, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki bekal agama yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” kata Yudiati.
Ia menegaskan, POT Kelas 8 SMP Negeri 2 Kalasan berkomitmen mendukung program sekolah demi memberikan pendidikan terbaik bagi para siswa.
“POT Kelas 8 SMP Negeri 2 Kalasan berkomitmen mendukung setiap program dan kegiatan sekolah demi pendidikan terbaik untuk putra-putri kami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Kalasan, Hadi Suparmo, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi partisipasi orang tua dalam mendukung pendidikan siswa melalui kegiatan pengajian tersebut. Menurut dia, keterlibatan keluarga menjadi salah satu unsur penting dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual.
“Kami ucapkan terima kasih kepada pengurus POT Kelas 8 yang telah menyelenggarakan acara ini. Semoga dengan mengikuti kegiatan pengajian ini, akan menambah pengetahuan dan bekal kita dalam mendidik anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga secara spiritual untuk menyiapkan generasi emas 2045,” ujar Hadi.
Ia mengingatkan, para siswa saat ini merupakan calon penerus kepemimpinan bangsa pada masa mendatang. Karena itu, pendidikan yang menyeimbangkan ilmu pengetahuan, nilai agama, dan pembentukan karakter perlu dipersiapkan sejak dini.
“Anak-anak kita kelak akan menggantikan estafet kepemimpinan. Mereka akan menjadi pemimpin masa depan di tahun emas yang harus kita persiapkan sejak saat ini,” katanya.
Melalui pengajian rutin tersebut, orang tua dan sekolah berharap dapat memperkuat sinergi dalam mendidik anak. Pembiasaan ibadah, penanaman akhlak mulia, serta latihan kemandirian diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang cerdas, beriman, dan bertanggung jawab dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)






