Timur Tengah Memanas ! Israel Bombardir Beirut Usai Serangan Hezbollah, Konflik Regional Terancam Meledak

Israel bombardir Beirut usai serangan roket Hezbollah, konflik Timur Tengah memanas dan ancam pecah perang regional. (Foto: Istimewa)

BEIRUT — Ketegangan di Timur Tengah Memanas. Israel melancarkan serangan udara ke ibu kota Lebanon, Beirut, setelah kelompok bersenjata Hezbollah meluncurkan serangan roket dan drone ke pangkalan militer Israel di wilayah utara.

Hezbollah menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sekaligus bentuk pembelaan terhadap Lebanon dan rakyatnya dari serangan Israel yang disebut terus berulang.

Serangan Balasan dan Eskalasi Konflik

Jet tempur Israel membombardir wilayah selatan Beirut tak lama setelah serangan Hezbollah yang menargetkan pangkalan militer di dekat Haifa. Media lokal juga melaporkan serangan Israel di sejumlah desa di Lebanon selatan serta kawasan Lembah Bekaa di bagian timur negara tersebut.

Dalam pernyataannya, Hezbollah menegaskan pihaknya memiliki hak untuk membela diri dan melakukan perlawanan terhadap agresi Israel yang disebut telah berlangsung selama 15 bulan.

Militer Israel menyatakan akan bertindak tegas terhadap keterlibatan Hezbollah dalam konflik dan tidak akan membiarkan kelompok tersebut mengancam keamanan wilayah utara Israel. Israel juga menuding Hezbollah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya eskalasi.

Israel mengklaim telah menargetkan sejumlah anggota senior Hezbollah di Beirut dan tokoh penting kelompok itu di Lebanon selatan, meski tidak merinci identitas mereka.

Puluhan Desa Diminta Evakuasi

Di tengah meningkatnya konflik, Israel mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di lebih dari 50 desa di Lebanon selatan dan wilayah Lembah Bekaa, termasuk kota Bint Jbeil. Warga diminta meninggalkan rumah dan menjaga jarak minimal satu kilometer dari bangunan.

Perintah evakuasi dalam skala luas ini memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis kemanusiaan baru dan memperburuk situasi Lebanon yang telah lama dilanda masalah ekonomi dan politik.

Ancaman Perang Regional

Eskalasi terbaru ini dinilai memperbesar risiko konflik regional yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di satu pihak, serta Iran beserta sekutunya di pihak lain.

Hezbollah sendiri diketahui melemah setelah perang pada 2024 yang menewaskan sebagian besar pemimpin militer dan politiknya. Namun, belum jelas seberapa besar dampak serangan kelompok tersebut terhadap kekuatan Israel.

Pemerintah Lebanon Bereaksi

Padahal, Israel dan Hezbollah sempat mencapai gencatan senjata pada November 2024. Namun, Lebanon menuduh Israel terus melanggar kesepakatan dengan melakukan serangan hampir setiap hari.

Pemerintah Lebanon sebelumnya telah mengajukan pengaduan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait ribuan pelanggaran kedaulatan wilayah oleh Israel.

Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengecam serangan Hezbollah sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang membahayakan keamanan negara dan berpotensi memberi alasan bagi Israel untuk melanjutkan agresi.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan Lebanon terseret ke konflik baru dan berjanji mengambil langkah tegas untuk melindungi rakyatnya.

Konflik yang terus memanas ini menambah kekhawatiran dunia internasional terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah yang semakin rapuh.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *