Soal Terpilihnya Mojtaba Khamenei, Ketua MUI: Awal Mula Kehancuran AS-Israel

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Pro Sudarnoto Abdul Hakim. (Foto: MUI Digital)

JAKARTA – Majelis Khobregan Kepemimpinan Iran resmi menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran. Ia memperoleh lebih dari 85 persen suara anggota majelis.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menilai kepemimpinan Mojtaba berpotensi membawa dampak besar terhadap dinamika geopolitik global. Ia akan melanjutkan garis ideologis yang selama ini dipegang Iran serta berpotensi memperkuat posisi Iran dalam menghadapi tekanan politik internasional.

“Mojtaba bukan sekadar anak biologis Ayatollah Ali Khamenei, melainkan sekaligus anak ideologis yang akan selalu istiqamah mengusung ideologi perlawanan dan menghancurkan ketidakadilan serta kezaliman sebagaimana yang selama ini dilakukan oleh Amerika dan Israel,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Kepemimpinan Mojtaba ke depan dinilai berpotensi memperkuat posisi Iran dalam menghadapi tekanan dari Israel dan Amerika Serikat. “Kekuatan perlawanan dan pembalasan Iran ini akan semakin kuat di bawah kepemimpinan Mojtaba, dan ini artinya kehancuran Israel dan Amerika akan semakin mendekati titik kulminasinya,” katanya.

Prof Sudarnoto juga menyinggung dinamika konflik yang terjadi antara Iran dan pihak yang berseberangan dengannya. “Serangan brutal Israel-Amerika atas Ayatollah Ali Khamenei saat ini dibalas oleh serangan balik Iran dengan akibat kehancuran masif Israel dan pusat-pusat penting Amerika di berbagai negara. Artinya, perkiraan dan harapan Amerika dan Israel mengalami kegagalan yang sangat serius,” ujarnya.

Prof Sudarnoto menambahkan, situasi tersebut turut dipengaruhi oleh dinamika internal di negara-negara yang berseberangan dengan Iran. “Nasib buruk Israel dan Amerika ini memperoleh momentumnya juga karena pertentangan internal yang semakin kuat di Israel dan Amerika, serta sikap penentangan Eropa kepada Amerika,” ujarnya.

Prof Sudarnoto juga berharap momentum pergantian kepemimpinan di Iran dapat menjadi momentum historis yang sangat penting bagi runtuhnya hegemoni imperialistik Amerika–Israel, rontoknya BoP, dan kemerdekaan Palestina. Ia juga berharap terpilihnya Mojtaba menjadi peluang bagi persatuan dunia Islam, penguatan OKI, dan reformasi PBB.

“Kepada Mojtaba Khamenei saya menyampaikan selamat menjalankan tugas suci mengawal kepemimpinan untuk menghancurkan penjajahan Israel-Amerika dan menciptakan perdamaian serta keadilan. Semoga senantiasa diberi kekuatan lahir dan batin serta kemudahan oleh Allah,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *