JAKARTA – Muhammadiyah mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Serangan itu dinilai senagai pelanggaran hak asasi manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan Surat Pernyataan Nomor 16/PER/I.0/B/2026 tentang konflik di Timur Tengah. Sikap ini disampaikan menyusul eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran serta dampak lanjutan di negara-negara Arab.
Muhammadiyah menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan para korban lainnya. “Belasungkawa yang sama kami sampaikan bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab,” tulis Muhammadiyah dalam surat pernyataan tersebut yang ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni di Yogyakarta, Senin (2/3/2026).
Muhammadiyah mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Tindakan itu dinilai sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional.
“Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan memandangnya sebagai pelanggaran atas HAM, hukum internasional, serta pengabaian atas keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tulis pernyataan itu. Muhammadiyah menilai langkah militer hanya memperparah penderitaan warga sipil.
Muhammadiyah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa menjatuhkan sanksi tegas kepada Amerika Serikat dan Israel. “Kami menyerukan agar PBB memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang nyata,” tulis Muhammadiyah. Organisasi ini menilai ketegasan internasional penting untuk menghentikan spiral konflik.
Selain itu, Muhammadiyah mendorong PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam segera bertindak menghentikan kekerasan di Palestina. Upaya itu juga ditujukan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di Timur Tengah. Muhammadiyah menilai perlindungan warga sipil harus jadi prioritas global.
Muhammadiyah juga meminta Iran dan negara-negara Arab menahan diri dan mengedepankan dialog. Diplomasi dinilai sebagai jalan terbaik agar konflik tidak melebar di antara sesama anggota OKI.
“Kami mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah,” tulis Muhammadiyah. Seruan ini ditujukan agar peradaban tidak hancur oleh siklus kekerasan.
Muhammadiyah juga mengajak seluruh negara, lembaga multilateral dan bilateral, serta tokoh agama ikut menciptakan perdamaian global. “Kami mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi,” tulis pernyataan itu. ***






