Dakwah  

Gubernur DKI Jakarta Pramono Dorong Penguatan Syiar dan Kebersamaan Umat

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri acara peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama di Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Ulama Habaib (FUHAB), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026). (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya peran ulama dan habaib dalam pembangunan. Peran ulama dan habaib sangat penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan umat, serta menumbuhkan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama di Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Ulama Habaib (FUHAB), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu (8/3/2026).

Pramono juga menyampaikan salah satu keistimewaan bulan suci Ramadan, yakni adanya peringatan Nuzulul Quran. Momentum tersebut diharapkan menjadi refleksi bagi umat Islam untuk semakin mencintai Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Al-Qur’an bukan hanya menjadi kitab suci umat Islam, tetapi juga menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia,” tuturnya. Ia kemudianmengungkapkan keinginannya menghidupkan kembali ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) secara berjenjang, dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.

“Saya ingin MTQ tidak lagi langsung dimulai di tingkat provinsi. Kita mulai dari tingkat RT dan RW, lalu kelurahan, kecamatan, kota atau kabupaten, hingga akhirnya ke tingkat provinsi. Jika ini dilakukan, semakin banyak anak-anak yang terdorong untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan baik,” katanya.

Berbagai lomba bernuansa keagamaan seperti tabuh bedug juga menjadi ajang istimewa bagi masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat kebersamaan sekaligus memakmurkan masjid.

Tujuannya agar semakin banyak orang memakmurkan masjid. Ia berharap MTQ, lomba tabuh bedug, dan kegiatan lainnya dapat mempererat silaturahmi serta menjaga syiar agama.

Gubernur Pramono juga menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Haul Ulama Betawi di kawasan Monumen Nasional (Monas) sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah berkontribusi bagi kehidupan masyarakat Jakarta.

“Kita akan adakan di Monas. Saya berharap kegiatan ini semakin memperkuat kehidupan kerukunan, keberagaman, dan keagamaan di Jakarta. Nilai rahmatan lil ‘alamin tidak hanya diucapkan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *