Dubes Palestina Temui PBNU, Ungkap Derita Gaza Saat Ramadan: Setiap Hari Rumah Kami Dihancurkan

Dubes Palestina untuk RI Abdul Fattah AK Al Sattari (tengah) bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kedua dari kanan) didampingi para pimpinan PBNU saat pertemuan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu kemarin (Sumber Foto: NU Online/Amar)

JAKARTA – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdul Fattah AK Al Sattari, mengungkap kondisi memilukan yang dialami rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, saat berkunjung ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ), Rabu (25/2/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, dan Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu menjadi kunjungan pertama diplomat asal Gaza tersebut ke lembaga non-pemerintah di Indonesia setelah menyelesaikan urusan kredensial sejak Januari lalu.

Dalam wawancara seusai pertemuan, Dubes Al Sattari menggambarkan kondisi Gaza yang disebutnya terus dilanda kekerasan, bahkan selama bulan suci Ramadan.

“Di Gaza tidak ada yang berbeda. Mereka masih membunuh rakyat kami setiap hari,” ujarnya.

Ia menyebut serangan masih berlangsung tanpa henti, menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga.

“Semalam mereka membunuh beberapa rakyat kami, pagi ini juga. Setiap hari rumah kami dihancurkan. Lebih dari 85 persen rumah di Gaza telah hancur,” katanya.

Menurutnya, kekerasan tidak hanya terjadi di Gaza, tetapi juga meluas ke Tepi Barat. Ia menyoroti serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur, termasuk penebangan pohon zaitun yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Dubes Palestina menegaskan kebutuhan utama rakyatnya saat ini adalah kehidupan yang aman dan akses kebutuhan dasar.

“Seorang ayah harus bisa mencari makanan atau obat untuk anak-anaknya, seorang ibu harus punya sesuatu untuk dimasak di dapur,” ungkapnya.

Di tengah situasi sulit tersebut, Al Sattari menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

Ia mengaku baru merasakan langsung besarnya solidaritas masyarakat Indonesia setelah tiba di Tanah Air.

“Saya yakin dukungan Indonesia akan terus berlangsung, karena Palestina ada di dalam hati orang Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Ulil Abshar Abdalla menjelaskan pertemuan juga membahas rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke wilayah konflik.

Menurutnya, Dubes Palestina mengusulkan agar pemerintah Indonesia melakukan koordinasi intensif dengan Mesir terkait rencana penempatan pasukan di Rafah.

“Menurut Pak Dubes, Mesir memiliki posisi yang kuat dan disegani oleh Israel sehingga koordinasi penting dilakukan,” jelasnya.

Pertemuan antara Dubes Palestina dan PBNU ini menegaskan kuatnya hubungan solidaritas Indonesia terhadap Palestina sekaligus menyoroti kondisi kemanusiaan yang masih memprihatinkan di wilayah konflik tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *