Berita  

Bapas Yogyakarta Edukasi Klien dan Pegawai tentang Bahaya Hantavirus

Penyuluhan Hantavirus di Bapas Yogyakarta meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan. (Foto:Istimewa)

YOGYAKARTA — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggelar penyuluhan kesehatan mengenai bahaya Hantavirus dan upaya pencegahannya bagi klien pemasyarakatan serta pegawai. Kegiatan yang berlangsung di Griya Abhipraya Purbonegoro Bapas Kelas I Yogyakarta, Selasa (30/6/2026), itu menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, mengatakan penyuluhan kesehatan merupakan salah satu bentuk pembimbingan kepada klien pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan sosial, tetapi juga peningkatan kualitas hidup melalui edukasi kesehatan.

“Kesadaran menjaga kesehatan lingkungan merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit. Edukasi seperti ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi klien maupun pegawai dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Materi penyuluhan disampaikan oleh tenaga kesehatan dari Lapas Kelas IIB Sleman, dr. Nadia Lupitasari dan Perawat Devi Septiana Ningrum. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit yang dapat menular melalui paparan urine, feses, air liur, maupun partikel debu yang telah terkontaminasi tikus sebagai hewan pembawa (reservoir) virus.

Selain menjadi pembawa Hantavirus, tikus juga berpotensi menularkan penyakit lain yang tidak kalah berbahaya, seperti leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu langkah utama untuk memutus rantai penularan.

Peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai upaya pencegahan, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menutup akses masuk tikus ke dalam bangunan, menyimpan makanan secara aman, membuang sampah pada tempatnya, hingga membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang hewan pengerat.

Melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta pengelolaan lingkungan yang baik, risiko penularan Hantavirus maupun leptospirosis dapat ditekan.

Penyuluhan berlangsung interaktif dan diikuti 23 peserta yang terdiri atas 11 klien pemasyarakatan dan 12 pegawai Bapas Kelas I Yogyakarta. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai langkah-langkah pencegahan penyakit yang ditularkan melalui tikus.

Bapas Kelas I Yogyakarta berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kesadaran seluruh peserta terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai tindak lanjut, materi penyuluhan akan disosialisasikan kepada seluruh pegawai dan klien pemasyarakatan agar edukasi mengenai pencegahan Hantavirus dapat menjangkau lebih luas dan menjadi bagian dari budaya hidup sehat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *