YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta membekali klien pemasyarakatan dengan keterampilan budidaya lele sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi setelah kembali ke masyarakat.
Pelatihan yang digelar di Griya Abhipraya Purbonegoro, Senin (20/7/2026), diikuti enam klien pemasyarakatan yang telah memperoleh hak integrasi. Kegiatan ini menjadi tahap awal program pembinaan kemandirian yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kepala Subsie Bimbingan Kerja Dewasa Bapas Kelas I Yogyakarta, Adita Deka Pratama, mengatakan pelatihan dirancang tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan praktik yang dapat diterapkan secara mandiri.
“Program ini akan dilaksanakan secara bertahap sehingga peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mempraktikkan budidaya lele secara mandiri di rumah,” ujar Adita.
Pada pelatihan tahap pertama, peserta dikenalkan dengan metode budidaya lele menggunakan galon bekas sebagai media kolam. Cara tersebut dinilai sederhana, hemat biaya, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Materi disampaikan Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda Bapas Kelas I Yogyakarta, Yunawan. Ia menjelaskan, pembuatan satu kolam dari galon bekas hanya membutuhkan biaya sekitar Rp35 ribu dengan kapasitas pemeliharaan 10 hingga 15 ekor lele.
Menurut Yunawan, dalam waktu sekitar tiga bulan lele sudah dapat dipanen. Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga maupun dijual sebagai tambahan penghasilan.
“Kalaupun hasilnya belum maksimal, setidaknya kebutuhan protein keluarga bisa terbantu. Syukur-syukur jika hasil panennya lebih, bisa dijual untuk menambah penghasilan,” kata Yunawan.
Usai penyampaian materi, peserta langsung mempraktikkan pembuatan kolam lele dari galon bekas. Mereka mengikuti seluruh tahapan, mulai dari memotong galon, memasang keran air, merekatkan sambungan, hingga membuat saluran masuk dan pembuangan air.
Seluruh peserta tampak antusias mengikuti praktik hingga kolam budidaya selesai dirakit dan siap digunakan.
Bapas Kelas I Yogyakarta menyatakan pelatihan akan berlanjut pada tahapan berikutnya, meliputi persiapan media budidaya, pengondisian kualitas air, penebaran benih, hingga teknik pemeliharaan lele.
Melalui pendampingan tersebut, Bapas berharap para klien pemasyarakatan mampu mengembangkan budidaya lele sebagai bekal kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mendukung proses reintegrasi sosial setelah kembali hidup di tengah masyarakat.(*)






