Iran secara resmi telah membuka Selat Hormuz untuk lalu lintas komersial. Namun, itu semua berlaku selama masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Melalui media sosial, Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi mengatakan “Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata.”
Ia juga berkata, kapal yang mau melintas harus melalui “rute terkoordinasi” yang diumumkan oleh otoritas maritim Iran.
Pada Kamis (16/4/2026), Israel dan Lebanon sepakat melakukan gencatan senjata. Disepakati gencatan senjata berlangsung selama 10 hari yang dimulai pukul 05.00 pm ET malam itu (Jumat 17 April pukul 04.00 WIB).
Pada Jumat, dalam sebuah unggahan di media sosial, Presiden Donald Trump berterima kasih kepada Iran. Sebab, Iran membuka selat tersebut.
Namun, Trump mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku. Semua keputusan bisa berubah apabila sudah tercapai kesepakatan dengan Teheran. ***






