JAKARTA – Upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia terus diperkuat. Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA ( Uhamka ) melalui Pusat Pengembangan Bahasa dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menggelar Pelatihan Calon Pengajar BIPA bertajuk “Dari Kampus ke Kelas Internasional”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ahmad Dahlan FKIP Uhamka, Kamis (12/3), ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan calon pengajar yang tertarik mengembangkan karier di bidang pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing.
Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Nuny Sulistiany Idris, Ketua Program Studi S-2 BIPA Universitas Pendidikan Indonesia, serta Deasy Wahyu Hidayati, Kepala Divisi Pengembangan Pembelajaran UPT P3 FKIP Uhamka. Diskusi dipandu oleh dosen Pendidikan Bahasa Inggris Uhamka, Bintang Cahya Dwi Putra.
Bekali Calon Pengajar BIPA Go Internasional
Wakil Rektor I Uhamka, Anisia Kumala Mashyadi, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali mahasiswa dan calon pengajar dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mengajar Bahasa Indonesia di tingkat internasional.
“Semoga melalui pelatihan ini para peserta dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapan menjadi pengajar BIPA yang profesional,” ujar Anisia dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa dan BIPA Uhamka, Martriwati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan profesionalisme calon pengajar agar memiliki kesiapan akademik, pedagogis, dan kultural dalam menghadapi dinamika pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas internasional.
Menurutnya, kebutuhan pengajar BIPA terus meningkat seiring semakin luasnya minat masyarakat dunia mempelajari Bahasa Indonesia.
“Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat membantu mereka menjadi pengajar BIPA yang kompeten, adaptif, dan inspiratif,” jelas Martriwati.
Strategi Mengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing
Dalam sesi pertama, Nuny Sulistiany Idris memaparkan konsep dasar serta strategi efektif dalam mengajarkan Bahasa Indonesia kepada penutur asing.
Sementara pada sesi kedua, Deasy Wahyu Hidayati berbagi pengalaman mengajar BIPA melalui program pertukaran budaya di luar negeri. Ia juga mengulas berbagai tantangan serta strategi adaptif dalam menghadapi kelas multikultural.
Diskusi berlangsung dinamis melalui sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali praktik terbaik dalam pengajaran BIPA sekaligus memahami peluang karier di bidang tersebut.
Melalui kegiatan ini, Uhamka berharap semakin banyak generasi muda yang siap menjadi duta bahasa dan membawa Bahasa Indonesia semakin dikenal di dunia internasional.






