JAKARTA – Indonesia Halal Watch (IHW) menyerukan Boikot Produk Israel. IHW mengingatkan umat Islam agar lebih bijak dalam memilih produk konsumsi, terutama selama Ramadan. Seruan ini tidak hanya terkait gaya hidup halal, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Pendiri IHW, Ikhsan Abdullah, menegaskan pentingnya menghindari produk yang diduga memiliki afiliasi dengan Israel. Menurutnya, gerakan boikot merupakan kontribusi moral dan ekonomi yang dapat dilakukan umat Islam secara kolektif.
“Kita juga harus menjauhi kebiasaan waste food atau menyisakan makanan di saat berbuka puasa,” ujar Ikhsan, Rabu (25/2/2026).
Ikhsan menekankan Ramadan seharusnya menjadi momentum pengendalian diri, termasuk dalam pola konsumsi. Ia mengingatkan umat agar tidak berlebihan saat berbuka hingga berujung pemborosan makanan.
Menurutnya, perilaku mubazir tidak hanya bertentangan dengan nilai Islam, tetapi juga mencederai empati terhadap masyarakat Palestina yang hidup dalam keterbatasan.
“Saudara-saudara kita di Palestina belum tentu bisa melaksanakan ibadah puasa dengan aman dan nyaman, bahkan belum tentu terpenuhi kebutuhan sahur dan berbuka mereka,” katanya.
IHW menilai dukungan terhadap Palestina tidak cukup hanya melalui doa. Ikhsan menyebut terdapat dua langkah konkret yang dapat dilakukan umat Islam, yakni berdonasi serta memboikot produk yang diduga terafiliasi dengan Israel.
“Tetap kita meninggalkan barang-barang yang diduga kuat atau merupakan afiliasi dari Zionis,” tegasnya.
Ia menambahkan, meski wacana perdamaian dan gencatan senjata sempat mencuat, kondisi di Gaza disebut masih memprihatinkan. Karena itu, menurutnya, gerakan boikot perlu terus dilanjutkan hingga Palestina terbebas dari ancaman penjajahan.
Selain isu boikot, Ikhsan juga menyinggung kewajiban sertifikasi halal yang akan berlaku secara mandatori pada Oktober 2026. Ia mengingatkan masyarakat agar semakin selektif dalam memilih produk, tidak hanya dari sisi kehalalan, tetapi juga aspek etika dan keberpihakan.
IHW juga menyoroti pentingnya kebersihan masjid, khususnya area tempat wudhu dan toilet. Ikhsan menyebut pengurus masjid harus memastikan kenyamanan jamaah dalam beribadah.
Ia mencontohkan Masjid Istiqlal sebagai ikon masjid terbesar di Asia Tenggara yang diharapkan menjadi teladan dalam hal kebersihan dan kenyamanan.
“Seharusnya Masjid Istiqlal menjadi teladan yang membanggakan untuk kebersihan dan kenyamanan ibadah,” ujarnya.
Seruan IHW menegaskan Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga momentum refleksi sosial. Mulai dari pola konsumsi, pemilihan produk, hingga menjaga kebersihan tempat ibadah dinilai mencerminkan nilai Islam seperti kesederhanaan, kepedulian, dan solidaritas.
Di tengah penderitaan Palestina, pilihan sederhana seperti menghindari pemborosan dan lebih selektif membeli produk disebut sebagai bentuk keberpihakan yang bermakna.(*)






