Berita  

Menko Polkam Tinjau YIA dan Stasiun Tugu, Minta Bandara Siap Operasional 24 Jam Saat Puncak Mudik Lebaran

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago. (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA – Menjelang Puncak Mudik Lebaran, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago meninjau langsung kesiapan transportasi di Yogyakarta International Airport (YIA) dan Stasiun Yogyakarta (Tugu). Pemerintah meminta seluruh layanan transportasi siap menghadapi lonjakan penumpang, termasuk kemungkinan operasional bandara selama 24 jam penuh.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran pelayanan serta pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Djamari menegaskan seluruh unsur pelayanan publik harus mengutamakan kepentingan masyarakat, terutama saat mobilitas meningkat tajam selama musim mudik.

“Bandara harus siap beroperasi 24 jam apabila maskapai mengajukan tambahan penerbangan,” kata Djamari saat meninjau fasilitas bandara, Rabu (4/3/2026).

Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Delay Penerbangan

Menurut Djamari, koordinasi antara pengelola bandara dan maskapai penerbangan menjadi kunci agar pelayanan kepada penumpang tetap berjalan optimal. Ia menekankan pentingnya transparansi informasi, terutama jika terjadi keterlambatan penerbangan.

“Hal yang kritis adalah ketika ada penerbangan delay. Informasi harus cepat disampaikan kepada masyarakat, kapan pesawat diberangkatkan atau apakah ada penggantinya,” ujarnya.

Selain meninjau bandara, Menko Polkam juga memantau kesiapan pelayanan di Stasiun Tugu Yogyakarta, salah satu simpul transportasi utama di kota pelajar tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan para petugas layanan publik agar tetap menjaga kondisi fisik dan mental selama masa mudik Lebaran, karena mereka harus tetap bekerja saat masyarakat merayakan hari raya.

“Pengaturan jadwal kerja harus baik agar petugas tidak kelelahan. Jika terjadi kecelakaan kecil akibat kelelahan, dampaknya bisa menjadi besar,” katanya.

Koordinasi Pengamanan Mudik Diperkuat

Djamari juga meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memastikan kelancaran layanan transportasi selama masa mudik.

“Para petugas jangan bosan, jangan lelah, dan jangan jenuh melayani masyarakat kita,” pesannya.

Sementara itu, General Manager Yogyakarta International Airport, Ruly Artha, menyatakan pihaknya telah menyiapkan posko pelayanan Lebaran yang akan mulai beroperasi penuh pada 11 Maret 2026.

Sebanyak 669 personel dikerahkan untuk mendukung operasional bandara selama periode mudik.

“Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 Maret. Bandara siap memfasilitasi maskapai yang ingin beroperasi selama 24 jam,” jelas Ruly.

KAI Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Penumpang

Direktur Operasi PT KAI, Awan H. Purwadinata, menambahkan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik dan arus balik.

Langkah tersebut meliputi pengawasan di titik-titik rawan, peningkatan pengamanan di pintu perlintasan kereta, serta koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mengantisipasi dampak cuaca terhadap perjalanan kereta.

“Intinya kami siap memberikan pelayanan maksimal. Kami juga membutuhkan dukungan dari Kemenko Polkam untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Awan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah berharap perjalanan mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *