SYIARISLAM.COM, MAGELANG — Penyair dan seniman Rekki Zakkia akan meluncurkan buku puisi terbarunya, Ode untuk Namamu: Puisi Cinta dan Perlawanan Rekki Zakkia, di Kedai Kopi Kebun Makna, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026) pukul 19.30 WIB. Buku ini mempertemukan pengalaman cinta dalam kehidupan personal dengan puisi-puisi perlawanan yang merekam perjalanan sosial-politik Indonesia.
Peluncuran buku tersebut akan dirangkai dengan pameran seni rupa tunggal Hisam Al-Gibran serta pertunjukan musik, pembacaan puisi, teater, seni anak, dan melukis langsung (live painting).
Bagi Rekki, cinta dan perlawanan merupakan dua tema yang terus mengiringi perjalanan kreatifnya. Keduanya menjadi jalan untuk memahami pengalaman manusia sekaligus menandai berbagai peristiwa yang membentuk kehidupan personal maupun masyarakat.
“Dua tema utama yang terus menarikku secara serius, tanpa henti dan bermakna mendalam adalah cinta dan perlawanan. Dari keduanya aku mencoba menamai dan menandai segala sesuatu melalui puisi,” kata Rekki dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (9/10/2026).
Buku Ode untuk Namamu menghimpun puisi-puisi cinta terbaru Rekki bersama karya-karya perlawanan yang ditulis sepanjang perjalanan kepenyairannya. Kumpulan tersebut juga menjadi semacam catatan batin atas pengalaman mencintai, menyaksikan perubahan zaman, dan merespons berbagai dinamika sosial-politik Indonesia sejak akhir 1990-an.
Pengalaman personal turut memberi warna pada proses kreatif Rekki. Pertemuannya dengan Claudia Olivia, sang kekasih, melahirkan serangkaian puisi baru yang menurutnya menjadi ruang bagi ledakan kreativitas sekaligus permenungan spiritual.
Dalam puisi-puisi tersebut, kata-kata, tubuh, cinta, doa, dan rasa syukur bertemu dalam bahasa puitik yang intim.
“Kata-kata melesat ke dalam darah dan bahasa menyala-nyala dalam tubuh. Tubuh dan jiwa kami dengan bahagia merayakannya. Nyala magis liar, penuh jilatan api cinta, dan kilatan cahaya doa,” ungkap Rekki.
Di sisi lain, pengalaman panjang dalam gerakan kebudayaan dan sosial-politik membentuk dimensi perlawanan dalam karya-karyanya. Sejak 1996, ketika masih remaja, Rekki telah menulis puisi dan membacakannya di berbagai mimbar orasi demonstrasi.
Ia memandang sastra sebagai ruang untuk merawat kesadaran kritis dan menyuarakan penolakan terhadap ketidakadilan. Dalam pandangan tersebut, puisi tidak berhenti sebagai ekspresi perasaan, tetapi juga menjadi bagian dari percakapan masyarakat tentang kekuasaan dan sejarah.
“Perlawanan dan kesadaran adalah satu, mengembara bersamaku dalam himpitan dinding-dinding sejarah. Sastra serta puisi adalah salah satu medan perlawanan,” ujar Rekki.
Ode untuk Namamu diterbitkan dalam format dwibahasa atau bilingual edition, dengan teks bahasa Indonesia dan terjemahan bahasa Inggris. Buku ini direncanakan menjangkau pembaca di Indonesia, Eropa, dan Australia.
Penerjemahan ke bahasa Inggris dikerjakan oleh Wahmuji, lulusan program magister Universitas Sanata Dharma. Kehadiran edisi dwibahasa tersebut menjadi upaya memperluas jangkauan pembaca sekaligus mempertemukan pengalaman puitik penyair dengan ruang bahasa yang lebih luas.
Buku ini juga menghadirkan pertemuan antara puisi dan seni rupa. Setiap puisi akan disandingkan dengan ilustrasi tunggal karya Hisam Al-Gibran. Sebelum membuat ilustrasi, Hisam terlebih dahulu membaca naskah puisi agar karya visualnya dapat menjadi tafsir tersendiri atas makna dan suasana yang dibangun penyair.
Rekki menyebut kolaborasi tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap perjumpaan dua medium seni yang memiliki cara berbeda dalam menyampaikan pengalaman dan makna.
“Puisi tetap kutempatkan di singgasana terhormat, bersanding dengan karya seni rupa. Ilustrasi hadir sebagai penafsir visual bebas dari denyut makna,” katanya.
Secara fisik, buku ini dirancang dalam format sampul keras (hardcover) dengan ketebalan sekitar 190 halaman dan menggunakan kertas book paper. Kata pengantar ditulis oleh Hisam Al-Gibran, sementara Rekki menyertakan catatan khusus pada setiap bab.
Penerbitan buku ini mendapat dukungan dari Interlude, besutan Cak Kandar, yang bekerja sama dengan Yayasan Akar Makna Indonesia.
Peluncuran Ode untuk Namamu sekaligus menjadi ruang perjumpaan lintas disiplin seni di Kebun Makna. Pada malam yang sama, pameran seni rupa tunggal Hisam Al-Gibran akan dibuka dengan menampilkan ilustrasi yang dibuat untuk buku tersebut.
Pameran dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 10 hingga 17 Oktober 2026, dan akan dibuka oleh seniman Ugo Untoro. Acara juga menghadirkan Gus Aushofil Akmal yang akan menyampaikan kesaksian kawan.
Sejumlah seniman dan kelompok seni dijadwalkan tampil, antara lain Egi and Friends dengan musik reggae, Rusmansyah Khameswara, Hernadi Sasmoyo Aji bersama anak-anak MI Sirahan, Wicahyanti Rejeki dan Keenan Datu, Ican Macan, serta Ida Bagus Rahmat and the Gangs.
Rekki Zakkia akan membacakan puisi, sedangkan Hisam Al-Gibran menghadirkan pertunjukan melukis langsung. Rangkaian acara dipandu Shiddiyaka dan Farah Mufti.
Masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di Kebun Makna dapat mengikuti acara melalui siaran langsung di kanal YouTube Kebun Makna.(*)






