SYIARISLAM.COM, SLEMAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menggandeng MAN 5 Sleman untuk memperkuat pendidikan politik dan kepemiluan bagi pelajar. Kerja sama ini diarahkan untuk menyiapkan pemilih pemula agar memahami hak pilih sekaligus berperan aktif dalam mengawal proses demokrasi menjelang Pemilu 2029.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar dan Kepala MAN 5 Sleman Mucharom, Jumat (16/10/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran Bawaslu Sleman, para guru, serta Kepala Tata Usaha MAN 5 Sleman.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang telah dilakukan sekitar setahun sebelumnya. Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berupaya memperluas pemahaman pelajar mengenai pemilu, pengawasan partisipatif, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Siswa kelas X menjadi salah satu sasaran utama program edukasi tersebut. Sebagian dari mereka diperkirakan telah memenuhi persyaratan usia untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029. Karena itu, pembekalan sejak dini dinilai penting agar para pelajar tidak hanya memahami tata cara memilih, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengawasi jalannya pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut dalam berbagai kegiatan yang melibatkan lingkungan sekolah.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan edukasi kepemiluan, baik di kelas, upacara bendera, maupun kegiatan pengawasan partisipatif,” ujarnya.
Sejumlah program disiapkan untuk mendukung pelaksanaan kerja sama tersebut. Pendidikan kepemiluan dapat disampaikan melalui kegiatan pembelajaran di kelas maupun agenda sekolah. Selain itu, para pelajar berpeluang dilibatkan dalam kegiatan pengawasan partisipatif agar lebih memahami peran masyarakat dalam mencegah pelanggaran pemilu.
Bawaslu Sleman juga mendorong pengembangan Saka Adhyasta Pemilu sebagai wadah bagi pelajar untuk mengenal pengawasan pemilu secara lebih terarah. Siswa yang telah mengikuti program Pengawasan Partisipatif Pemilu (P2P) 2026 juga berpotensi dilibatkan untuk berbagi pengetahuan dan mengedukasi teman sebaya.
Untuk memperluas akses informasi, kedua pihak turut merencanakan penyediaan pojok pengawasan di perpustakaan sekolah. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk memperoleh informasi kepemiluan secara lebih mudah, antara lain melalui pemindaian kode batang atau barcode.
Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom, mendukung kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan politik di lingkungan sekolah. Kolaborasi dengan Bawaslu diharapkan dapat membantu pelajar memahami proses demokrasi sekaligus menumbuhkan sikap kritis dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Melalui program ini, pendidikan kepemiluan di sekolah diharapkan tidak berhenti pada pengenalan teori. Para siswa juga didorong untuk memahami pentingnya pemilu yang jujur dan adil serta tumbuh menjadi pemilih yang cerdas dan berpartisipasi aktif dalam pengawasan demokrasi. (*)






