Berita  

Bapas Yogyakarta Terima Empat Taruna Poltekip untuk Program Magang

Taruna Poltekip menjalani magang di Bapas Kelas I Yogyakarta guna memahami tugas Pembimbing Kemasyarakatan secara langsung. (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menerima empat Taruna Tingkat IV Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekip) Indonesia Angkatan ke-57 untuk mengikuti program magang selama kurang lebih dua bulan. Kegiatan diawali dengan penghadapan kepada Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Senin (20/7/2026).

Penghadapan tersebut menjadi langkah awal sebelum para taruna menjalankan praktik lapangan di lingkungan Bapas. Pada kesempatan itu, mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai tata tertib, mekanisme kerja, serta tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan yang akan dipelajari selama masa magang.

Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta menegaskan, program magang tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kurikulum pendidikan di Poltekip, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter dan profesionalisme sebagai calon aparatur sipil negara (ASN) di bidang pemasyarakatan.

“Manfaatkan setiap kesempatan selama magang untuk belajar, mengamati, dan terlibat secara aktif dalam pelaksanaan tugas Pembimbing Kemasyarakatan. Jadilah pribadi yang disiplin, berintegritas, rendah hati, serta mampu menjaga nama baik almamater,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengalaman yang diperoleh selama menjalani magang akan menjadi bekal penting bagi para taruna dalam menjalankan tugas setelah menyelesaikan pendidikan.

“Pengalaman yang diperoleh selama dua bulan ini akan menjadi bekal berharga dalam mempersiapkan diri sebagai calon Pembimbing Kemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” katanya.

Program magang tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada para taruna dalam mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Poltekip.

Melalui keterlibatan dalam berbagai aktivitas di Bapas Kelas I Yogyakarta, para taruna diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis, memperkuat etika profesi, serta memahami secara menyeluruh tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.

Bapas Kelas I Yogyakarta juga berharap program ini dapat melahirkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan memiliki orientasi pelayanan publik untuk mendukung penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang akuntabel, humanis, dan berkeadilan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *