SYIARISLAM.COM, YOGYAKARTA — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta memperkuat kualitas pelayanan publik dan tata kelola kerja sama melalui keikutsertaan pegawainya dalam bimbingan teknis (bimtek) Duta Kerja Sama, pelayanan publik, dan penggunaan Aplikasi SIKAP, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur, terutama dalam pengelolaan kerja sama kelembagaan dan pengembangan layanan yang lebih tertib serta akuntabel.
Bapas Yogyakarta mengirimkan lima pegawai untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tiga pegawai, yakni Niken Puspita Sari, Amri Mutaqqin, dan Andhika Bayu, mengikuti bimtek Duta Kerja Sama. Sementara itu, Didik Wahyu Hidayat dan Sri Marwiyah mengikuti bimtek pelayanan publik.
Materi Duta Kerja Sama menitikberatkan pada penguatan peran pegawai dalam mengelola kemitraan antarlembaga. Pengelolaan tersebut mencakup penyusunan perjanjian kerja sama (PKS) dan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), termasuk aspek legal drafting serta mitigasi risiko.
Penguatan kapasitas ini dinilai penting agar kerja sama yang dijalin tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat dilaksanakan secara terarah, dipantau secara berkala, dan memberikan manfaat sesuai dengan tujuan yang telah disepakati.
Selain pengelolaan kerja sama, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan Aplikasi SIKAP untuk mendukung administrasi dan dokumentasi kerja sama secara digital. Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan membantu penataan data serta pemantauan masa berlaku perjanjian, termasuk melalui fitur notifikasi otomatis.
Salah satu peserta bimtek Duta Kerja Sama, Niken Puspita Sari, mengatakan pihaknya berkomitmen menindaklanjuti materi yang diperoleh melalui pemantauan dan evaluasi terhadap kerja sama yang telah berjalan.
“Kami berkomitmen untuk langsung melakukan monitoring dan evaluasi berkala pada kerja sama yang sudah berjalan, serta memastikan seluruh pelaporan PKS Bapas Yogyakarta diunggah secara tertib pada Aplikasi SIKAP,” tegas Niken.
Di sisi lain, keikutsertaan pegawai dalam bimtek pelayanan publik diharapkan memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Bagi Bapas Yogyakarta, peningkatan kompetensi aparatur dan pemanfaatan sistem digital menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola organisasi. Namun, efektivitas pelaksanaannya tetap perlu ditopang tindak lanjut, evaluasi berkala, serta konsistensi dalam menerapkan hasil pelatihan di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan ini, Bapas Yogyakarta diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan pengelolaan kerja sama kelembagaan berlangsung lebih tertib, transparan, dan akuntabel.(*)






